Tampilkan postingan dengan label INFO-UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO-UMUM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juni 2011

VISI DAN MISI KOTA BANJARMASIN

Visi dan Misi Kota Banjarmasin

Visi
Terwujudnya Kota Banjarmasin yang maju dan mandiri sebagai pusat pelayanan dan pertumbuhan bagi perkembangan regional Kalimantan dengan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dengan dijiwai semangat Kayuh Baimbai .

Misi
  1. Peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai wujud peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing tinggi dengan bertumpu pada mekanisme pasar.
  3. Pemanfaatan dan penggalian sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. Peningkatan kesejahtraan masyarakat sehingga mampu mengangkat kualitas kehidupan terutama masyarakat Pra sejahtera dan Keluarga Sejahtera I.
  5. Perwujudan kemandirian masyarakat berprilaku sehat.
  6. Pelestarian kehidupan sosial budaya daerah untuk meningkatkan harkat, martabat, dan memperkuat jati diri serta kepribadian bangsa.
  7. Penegakan dan penghormatan terhadap supremasi hukum serta hak asasi manusia.
  8. Penciptaan keterbukaan dengan mengembangkan sistem informasi dan komunikasi yang sehat.
  9. Penciptaan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good govermance)
  10. Penciptaan sistem keamanan dan keterlibatan yang mantap dan terkendali serta stabilitas politik yang kondusif dan demokratis.
  11. Peningkatan kemajuan dan kemandirian melalui penyelenggaraan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab dengan mewujudkan perimbangan keuangan pusat dan daerah yang adil.
  12. Terciptanya pembangunan kota Banjarmasin sesuai dengan fungsinya yang berpedoman pada Rencana Tata Ruang Kota sehingga terwujud Banjarmasin BUNGAS (Bersih, Unggul, Nyaman, gagah, Aman dan Serasi.
 sumber : www.banjarmasinkota.go.id

SEJARAH NAMA KOTA BANJARMASIN

Kota Banjarmasin adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia.
Nama asli kota Banjarmasin adalah Banjar-Masih, pada tahun 1664 Belanda menulisnya Banjarmasch atau Banzjarmasch[2] Penyebutan Banjarmasin yang pernah digunakan:
  • Bandjermassing
  • Bandjer Massing
  • Banjermassing
  • Banjarmassing[3]
  • Bandjarmassingh[4]
  • Bandjermasin[5]
  • Bandjermassin[6]
  • Banjir Massin
  • Banjar Massin[7]
  • Banjarmassin[8]
  • Banjarmassim[9]
Nama lain kota Banjarmasin adalah kota Tatas diambil dari nama pulau Tatas yaitu delta yang membentuk wilayah kecamatan Banjarmasin Barat dan sebagian Banjarmasin Tengah yang dahulu sebagai pusat pemerintahan Residen Belanda[13]



Sumber : www.banjarmasinkota.go.id

Sabtu, 04 Juni 2011

LAGU DAERAH BANJARMASIN (beserta liriknya)

1. Kampung Batuah
Cipt. H. Anang Ardiansyah


1.
Dimana turus, kadada watas
Banjar Banjarmasinku panas bau sandawa
2.
Di Pasar Lama, atawa di Sungai Mesa
Tarus ka Pangambangan - alam markas bagurila
3.
Tahunnya ampat lima anakku
Nanang galuh di Banjar basatu
Angkat sanjata malawan Walanda
Nang di benteng Tatas

Merdeka atau mati
sumpahnya
Basamburan darah di bajunya
Haram manyarah marabut Tanah Banjar
Kampung batuah

Kampung batuah, Banjarku
bapalas darah warganya
Kampung batuah
dirabut bakal gasan
Kanyamanan anak cucu

*
Terus ke no.1 selanjutnya no.2 dan no.3
Kembali ke no.1 dan no.2

Coda.... Kampung Batuah 5 x


2. Talambat Badatang
Cipt. Syarifuddin, MS


Sudah lawas ulun manukuy
Ading nang bungas di Sungai Mesa
Urangnya langkar harat di dapur
Kada rigi nang ba urun-urun

Umay lakasi ulun maraakan
Damini jua dipasanakan
Biar pang tahu pian badatang
Balambat-lambat dahulu urang

Umay-umay purunnya hati
Pian badatang sudah batali
Riang-riang di ulu hati
Diharap-harap kada pang jadi 2x


Pangeran Suriansyah
Cipt. H. Anang Ardiansyah


(*)
Pangeran, pangeran
Bangaran Raja Buana, ahli waris Karajaan Daha
Dibuang paman, Aria Batahta
Ka Balandean wadah pambukahannya
Di Kampung Kuin diangkat jadi raja
Pangeran Suriansyah itu galarnya

(#)
'Mun bulan kadap sidin manyarang
Paman Tamanggung kuat babanaran
Sungai Kuin dipagar carucukan
Kampung Carucuk dibari ngaran

Patih Masih lalu pang baucap
Wan Sultan Damak batatulungan
Sultan Manulung baparjanjian
'Mun Banjar manang masuk Islam

(#)
Kembali ke : (*)

Paman Tamanggung kalah sabakas
Lalu dibagi tanah wan watas
Pangeran ba-islam sabubuhan
Sultan Suriansyah bangaran

Paman ba-islam nang panambayan
Di Kampung Kuin ba'ulah masigit
di situ jua sidin bamakam
Damintu kisah Banjarmasin

Kembali ke : (*), ditambah


Kisah pang pagat, habis carita
Kisah Banjarmasin kota barnama

DEMOGRAFI KOTA BANJARMASIN

Kota Banjarmasin terdiri atas 5 kecamatan, yaitu:

1. Banjar Barat: 13,37km²
2. Banjar Selatan: 20,18 km²
3. Banjarmasin Tengah: 11,66 km²
4. Banjar Timur: 11,54 km²
5. Banjar Utara: 15,25 km²

Jumlah penduduk di wilayah ini dapat diperincikan sebagai berikut:

Jumlah Penduduk Banjarmasin tahun 2008
1. kecamatan banjarmasin Selatan: luas 20,18km/segi, jumlah penduduk 150.221 jiwa, kepadatan 7.444jiwa/Km
2. kecamatan banjarmasin Timur: luas 11,54km/segi, jumlah penduduk 118.278 jiwa, kepadatan 10.249jiwa/Km
3. kecamatan banjarmasin Barat: luas 13,37km/segi, jumlah penduduk 149.753 jiwa, kepadatan 11.2018jiwa/Km
4. kecamatan banjarmasin tengah: luas 11,66km/segi, jumlah penduduk 114.584 jiwa, kepadatan 9.827jiwa/Km
5. kecamatan banjarmasin Utara: luas 15,25km/segi, jumlah penduduk 94.409 jiwa, kepadatan 6.209jiwa/Km

Perkembangan populasi penduduk Banjarmasin.

No.↓ Tahun↓ Populasi↓
1 1780 2.300 jiwa
2 1920 41.661 jiwa
3 1930 57.822 jiwa
4 1990 481.371 jiwa
5 2000 527.724 jiwa
6 2005 589.115 jiwa
7 2010 625.395 jiwa

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Banjarmasin

KEADAAN GEOGRAFIS KOTA BANJARMASIN

Letak

Kota Banjarmasin terletak pada 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' Bujur Timur, ketinggian tanah asli berada pada 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang. Kota Banjarmasin berlokasi daerah kuala sungai Martapura yang bermuara pada sisi timur sungai Barito. Letak Kota Banjarmasin nyaris di tengah-tengah Indonesia.

Kota Banjarmasin dibelah oleh sungai Martapura dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan perdagangan.

Menurut data statistik 2001 dari seluruh luas wilayah Kota Banjarmasin yang kurang lebih 72 km² ini dapat dipersentasikan bahwa peruntukan tanah saat sekarang adalah lahan tanah pertanian 3.111,9 ha, perindustrian 278,6 ha, jasa 443,4 ha, pemukiman adalah 3.029,3 ha dan lahan perusahaan seluas 336,8 ha. Perubahan dan perkembangan wilayah terus terjadi seiring dengan pertambahan kepadatan penduduk dan kemajuan tingkat pendidikan serta penguasaan ilmu pengetahuan teknologi.

Batas wilayah

Batas-batas wilayah Kota Banjarmasin adalah sebagai berikut:
Utara : Sungai Alalak (seberangnya kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala)
Selatan : Kabupaten Banjar (kecamatan Tatah Makmur)
Barat : Sungai Barito (seberangnya kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala)
Timur : Kabupaten Banjar (kecamatan Sungai Tabuk dan Kertak Hanyar)

Fungsi dan penggunaan tanah

Tanah aluvial yang didominasi struktur lempung adalah merupakan jenis tanah yang mendominasi wilayah Kota Banjarmasin. Sedangkan batuan dasar yang terbentuk pada cekungan wilayah berasal dari batuan metaforf yang bagian permukaan ditutupi oleh kerakal, kerikil, pasir dan lempung yang mengendap pada lingkungan sungai dan rawa.

Penggunaan tanah di Kota Banjarmasin tahun 2003 untuk lahan pertanian seluas 2.962,6 ha, industri 278,6 ha, perusahaan 337,3 ha, jasa 486,4 ha dan tanah perumahan 3.135,1 ha. Dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya lahan pertanian cenderung menurun, sementara untuk lahan perumahan mengalami perluasan sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi dan pertumbuhan penduduk. Luas optimal Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebuah kota adalah 30% dari luas kota, sedangkan kota Banjarmasin hanya memiliki 10 sampai 12% RTH saja.

Iklim

Kota Banjarmasin beriklim tropis dimana angin muson barat bertiup dari Benua Asia melewati Samudera Hindia menimbulkan musim hujan, sedangkan angin dari Benua Australia adalah angin kering yang berakibat adanya musim kemarau.

Curah hujan yang turun rata-rata per tahunnya kurang lebih 2.400 mm dengan fluktuasi tahunan berkisar antara 1.600-3.500 mm, jumlah hari hujan dalam setahun kurang lebih 150 hari dengan suhu udara yang sedikit bervariasi, sekitar 26 °C.

Kota Banjarmasin termasuk wilayah yang beriklim tropis. Angin Muson dari arah Barat yang bertiup akibat tekanan tinggi di daratan Benua Asia melewati Samudera Hindia menyebabkan terjadinya musim hujan, sedangkan tekanan tinggi di Benua Australia yang bertiup dari arah Timur adalah angin kering pada musim kemarau. Hujan lokal turun pada musim penghujan, yaitu pada bulan-bulan November–April. Dalam musim kemarau sering terjadi masa kering yang panjang. Curah hujan tahunan rata-rata sampai 2.628 mm dari hujan per tahun 156 hari. Suhu udara rata-rata sekitar 25 °C - 38 °C dengan sedikit variasi musiman. Fluktuasi suhu harian berkisar antara 74-91%, sedangkan pada musim kemarau kelembabannya rendah, yaitu sekitar 52% yang terjadi pada bulan-bulan Agustus, September dan Oktober.

Sungai

Sungai menjadi bagian yang terpisahkan dari Kota Banjarmasin sehingga Banjarmasin mendapat julukan "kota seribu sungai" meski sungai yang mengalir di Banjarmasin tak sampai seribu. Sungai menjadi wadah aktivitas utama masyarakat zaman dahulu hingga sekarang, utamanya dalam bidang perdagangan dan transportasi. Data dari Dinas Kimprasko Banjarmasin menunjukkan pada 1997 di Ibu Kota Kalimantan Selatan itu terdapat 117 sungai, kemudian pada 2002 berkurang menjadi 70 sungai, lalu pada 2004 sampai sekarang hanya tinggal 60 sungai.

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Banjarmasin

Sejarah Singkat Kota Banjarmasin

Kawasan Banjarmasin awalnya sebuah perkampungan bernama "Banjarmasih" (terletak di Bagian utara Banjarmasin).
Tahun 1747, VOC-Belanda memperoleh Pulau Tatas (Banjarmasin bagian Barat) selanjutnya daerah inilah yang dikenal sebagai Banjar Anyar yang menjadi pusat Banjarmasin semenjak saat itu. Sedangkan daerah Banjarmasin bagian Utara yang kemudian dinamakan Banjar Lama (Kuin) dan Banjarmasin bagian Timur masih tetap menjadi daerah pemerintahan pribumi di bawah Sultan Banjar hingga tanggal 14 Mei 1826.
Tahun 1849, Banjarmasin (Pulau Tatas) menjadi ibukota Divisi Selatan dan Timur Borneo.[80] Saat itu rumah Residen terletak di Kampung Amerong berhadap-hadapan dengan Istana Sultan di Kampung Sungai Mesa yang dipisahkan oleh sungai Martapura. Pulau Tatas yang menjadi daerah hunian orang Belanda dinamakan kotta-blanda. Menurut Staatblaad tahun 1898 no. 178[81],
tahun 1898 kota ini merupakan Onderafdeeling Banjarmasin en Ommelanden, yang merupakan bagian dari Afdeeling Bandjermasin en Ommelanden (Banjarmasin dan daerah sekitarnya).
Tahun 1918, Banjarmasin, ibukota Residentie Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo mendapat Gemeente-Raad.
Pada 1 Juli 1919, Deean gemeente mulai berlaku beranggotakan 7 orang Eropa, 4 Bumiputra dan 2 Timur Asing. Tahun 1938, otonomi kota Banjarmasin ditingkatkan dengan Stads Gemeente Banjarmasin karena Banjarmasin sebagai ibukota provinsi Borneo.
Tahun 1946 Banjarmasin sebagai ibukota Daerah Banjar bagian dari Republik Indonesia Serikat. Kotapradja Banjarmasin termasuk ke dalam Daerah Banjar, meskipun demikian Daerah Banjar tidak boleh mencampuri hak-hak dan kewajiban rumah-tangga Kotapradja Banjarmasin dalam daerahnya sendiri.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites