Selasa, 21 Juni 2011

KUE BINGKA KHAS BANJARMASIN

Kue basah yang satu ini asalnya dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Bahan dasarnya telur bebek, santan, dan tepung. Tekstur lembut. Begitu menyentuh lidah, ehm...langsung terasa legit dan gurihnya.

Kue bingka namaanya. Saat Ramadhan, kue ini termasuk primadonanya kue tradisional khas Banjar. Pilihan jenis dan rasanya juga variatif, ada bingka kentang, tape, nangka, telur, keju, kelapa muda, dan lain-lain. Pembuatannya dengan cara dibakar sampai berwarna kecoklatan.
  
Mendapatkannya juga gampang, karena bingka dijual di berbagai tempat di Banjarmasin, Martapura, dan kabupaten/kota lainnya di Kalsel hingga kalteng baik di pusat oleh-oleh khas Banjar, toko kue, hingga depot kue di Banjarmasin. Harganya juga terjangkau, berkisar antara Rp 22 ribu sampai Rp 50 ribu per biji (loyang). Satu biji (loyang), umumnya bisa dinikmati enam orang atau lebih.
  
Keberadaannya tidak mengenal musim, laris manis, setiap saat selalu dicari baik untuk kudapan maupun oleh-oleh. Namun paling banyak dijual pas bulan puasa (Ramadan).
  
Bagi orang Banjar, berbuka takkan lengkap tanpa bingka. Tak terkecuali bagi orang Banjar yang bermukim di luar Kalimantan maupun luar negeri.
  
Hj Rukayah Tarmidji, pemilik merek kue Kurnia Rasa Jalan Sutoyo S Banjarmasin, mengatakan bingka olahannya yang memiliki citarasa khas, dinikmati berbagai kalangan dari masyarakat biasa hingga Presiden RI. Bahkan Mantan Presiden Megawati, adalah salah seorang penikmat bingka buatannya. "Bingka saya juga telah melanglang tidak hanya di dalam negeri melainkan sampai Malaysia, Singapura, Australia hingga benua Afrika. Khusus Ramadan, dalam sehari bisa memproduksi sampai 150 biji bingka," beber Hj Rukayah Tarmidji.


BINGKA KENTANG
Resep makanan membuat masakan kue bingka kentang yang enak, nikmat, sedap, lezat dan bergizi (kue basah) :

A. Bahan-Bahan Yang Diperlukan Antara Lain :
1. Gula pasir = 250 gram
2. Telor ayam = 3 buah
3. Tepung trigu = 75 gram
4. Daun pandan = 1 lembar
5. Santan = 1 liter atau 1000 mili liter
6. Vanili / Panili = setengah sendok teh / sdt
7. Garam = setengah sendok teh / sdt
8. Kentang yang sudah direbus, dikupas dan dilunakkan = 250 gram

B. Panduan Cara Memasak Secara Bertahap Yaitu :
1. Santan direbus di api kecil bersama dengan garam, daun pandan dan panili sampai mendidih lalu angkat, saring dan dinginkan. Santan yang tersisa usahakan sekitar 600 ml
2. Gula pasir dan telur ayam dikocok-kocok hingga setengah mengembang
3. Lalu masukkan kentang yang sudah benyek / lunak ke dalamnya beserta terigu lalu diaduk hingga rata.
4. Santan dicampur dengan campuran telur kentang dan aduk hingga licin.
5. Keluarkan cetakan yang sudah dilumuri oleh mentega di alasi kertas roti.
6. Tuangkan adonan dan masukkan ke dalam oven untuk dipanggang dalam suhu 180 derajat celcius 45 menit lamanya.

BINGKA TAPAI

Tapai harus dipilih yang manis dan agak lembek supaya adonan bisa tercampur rata

bahan-bahan/bumbu-bumbu :
4 butir telur
150 gram gula merah, sisir
300 gram tapai singkong, haluskan
50 gram tepung terigu protein sedang
200 ml santan dari 1 butir kelapa, rebus bersama 1/4 sendok teh garam
25 gram kenari cincang

Cara Pengolahan :
  1. Haluskan tapai. Tambahkan tepung terigu. Aduk rata.
  2. Masukkan santan. Aduk rata. Sisihkan.
  3. Kocok telur dan gula sampai larut. Tuang ke campuran tapai. Aduk rata.
  4. Tuang ke loyang 20 x 20 x 4 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti.
  5. Oven 20 menit dengan suhu 160 derajat Celsius setengah matang. Tabur kenari cincang.
  6. Oven lagi 25 menit sampai matang Untuk 16 potong

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites